Sabtu, 15 November 2014

Sang Pemimpi

Mimpi adalah hal sederhana yang abstrak. Namun setiap langkah berawal dari sebuah mimpi, setiap pencapaian berawal dari sebuah mimpi. Mimpi ibarat pemandu jalan yang menunjukan kepada kita kemana langkah selanjutnya, sudah sejauh mana kita telah melangkah. 
Hidup ini tak akan menarik tanpa mimpi. Perasaan itu. Saat lelah, letih, dan putus asa merasuk ketika mengejar mimpi-mimpi yang besar. Seolah alam tak pernah mendukung. Gagal, gagal, dan gagal lagi. Semakin dicoba semakin sulit. Semakin dikejar semakin menjauh. 
Sebuah titik penentu.
Bagi mereka yang tak sungguh-sungguh ingin mewujudkan apa yang mereka mimpikan, bagi mereka yang tak secara serius ingin mengambil peran apa di masa depan, momen seperti ini adalah momen yang tepat untuk menghapus dan menghilangkan jauh-jauh mimpi yang pernah bercokol. Beralih ke mimpi yang lain di saat masih terbuka kesempatan, dan mungkin akan menemukan hal yang sama dengan mimpi barunya itu dan menggantinya dengan mimpi yang lain lagi. Layaknya lingkaran yang tak berujung.  
Namun bagi mereka yang secara sungguh-sungguh ingin mewujudkan apa yang mereka impikan, bagi mereka yang dengan serius ingin mengambil peran di masa depan, disinilah momen-momen terjadinya sebuah keajaiban. Saat menemukan jalan buntu dan tak tahu kemana lagi harus melangkah. Deeeeng.. lihatlah apa yang terjadi setelah itu, saat kita mencoba bertahan hingga detik terakhir yang kita miliki. Jawaban akan datang dari tempat-tempat yang bahkan kita sama sekali tidk pernah menduganya. 
Maka pertahankan dan perjuangkanlah mimpimu dengan menemukan alasan yang sangat kuat kenapa harus meraih mimpi itu.
Mungkin pertanyaan seperti, 
“ Nikmat luar biasa apa yang bisa saya dapat ketika mampu meraih dan mewujudkan mimpi itu..? Sengsara yang teramat sangat apa yang akan saya dapatkan ketika tidak mampu meraih dan mewujudkaan mimpi saya itu..? ” 
akan membantu dalam menemukan alasan yang sangat kuat yang menjadi bahan bakar yang membuat kita terus mengambil langkah maju terhadap mimpi-mimpi yang sudah kita tetapkan. 
Tuhan Maha Adil. Jika hari ini gagal, besok gagal, lusa gagal, hingga akhirnya kita kehabisan jatah gagal yang Tuhan berikan, maka setelahnya yang tersisa adalah keberhasilan-keberhasilan. 
Sang Pemimpi
Kokohkan Semangatmu..!
Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..!
 
 
sumber : angga fauzian

0 komentar:

Posting Komentar